Tunjangan Guru basis SIMPATIKA mulai Tahun Pelajaran 2016/2017


Berikut Informasi seputar terbaru dari Simpatika melalui laman resmi simpatika.

Assalammualaikum wr.wb

Kepada Guru Madrasah Yth.

Sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 1952 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Bagi Guru Madrasah Tahun 2016.

Berikut kami sampaikan ikhtisar peran SIMPATIKA pada pengelolaan Tunjangan Profesi dimaksud:
  1. Pada tahun pelajaran 2016/2017, pencetakan SKBK dan SKMT dilakukan secara digital (sepenuhnya) melalui program SIMPATIKA setelah data valid menurut sistem (Setiap Guru Madrasah dapat mengetahui langsung tahapan prosesnya hingga status layak tidaknya sebagai penerima tunjangan profesi secara langsung online mandiri menggunakan akun masing-masing).
  2. Setiap Satuan Kerja memverifikasi kelayakan calon penerima tunjangan profesi lulusan tahun 2007 sampai dengan 2015 (beban mengajar 24 JTM, rasio siswa guru, masa kerja, golongan dangaji pokok) secara digital sebelum SKBK dan SKMT diterbitkan melalui SIMPATIKA.
  3. Guru madrasah wajib mengecek dan melengkapi data secara mandiri online (menggunakan akun individu masing-masing) sebagai pesyaratan untuk penerbitan SKBK dan SKMT melalui laman SIMPATIKA.
  4. Bagi guru yang SKBK dan SKMT nya belum terbit (dari SIMPATIKA) karena datanya belum memenuhi pesrsyaratan tersebut, wajib memenuhi persyaratan tersebut melalui operator/admin madrasah (termasuk Admin Kemenag Kab/Kota untuk SKBK) paling lambat bulan Juni untuk semester 1 dan bulan Novermber untuk semester 2.
  5. Perubahan data individu (guru) akan diketahui melalui program SIMPATIKA. Jika ada perubahan data individu dan guru tidak memperbaharui data tersebut, maka Kantor Kementerian Agama Kab/Kota dan/atau Kanwil Kementerian Agama Provinsi sesuai dengan kewenangannya wajib melaporkan perubahan data penerima tunjangan profesi setiap bulan. Adapun perubahan terkait dengan nilai gaji pokok (bertambah/berkurang) dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Direktorat Pendidikan Madrasah selambatnya bulan Juli tahun berjalan.
Sumber : http://madrasah.kemenag.go.id/info-penting/870/juknis-tunjangan-profesi-guru-2016.html

Berkenaan dengan hal tesebut, sistem SIMPATIKA akan dimutakhirkan menyesuaikan dengan aturan - aturan yang diberlakukan sesuai Pedoman Teknis Tunjangan Profesi yang telah diterbitkan tersebut hingga Juni 2016.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalam,

Admin Pusat


sumber : https://www.facebook.com/notes/simpatika/tunjangan-guru-basis-simpatika-mulai-tahun-pelajaran-20162017/1053158634743924

Validasi Alokasi Jam Mengajar untuk Mengajukan Keaktifan Kolektif (S25a)

Banyak diantara rekan operator madrasah yang bertanya tentang menu ajuan kolektif keaktifan PTK/Madrasah (S25a) yang tidak bisa diakses. Dan setelah sekian lama "disembunyikan", menu tersebut mulai diaktifkan sejak tanggal 24 Februari 2016 kemarin.

Bagi rekan operator yang telah mengisikan Jadwal Kelas Mingguan dengan benar, maka ketika akan mengajukan keaktifan kolektif tersebut bisa langsung klik menu Ajukan Verval melalui akun Kepala Madrasah sebagaimana gambar di bawah ini.


Akan tetapi, bagi rekan operator yang mengisikan Jadwal Kelas Mingguan tidak sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan, maka muncul peringatan terkait dengan Alokasi JTM ketika ingin mengakses menu verval keaktifan kolektif sebagaimana gambar berikut ini :


Berikut panduan singkat Ajuan Keaktifan kolektif oleh Kepala Madrasah/Sekolah :

  • Setelah berhasil login, pilih layanan SIMPATIKA PTK.

  • Selanjutnya, pada beranda Kepala Sekolah akan ditampilkan data status keaktifan. Pastikan Anda telah memenuhi syarat dan prasyarat untuk melakukan ajuan verval keaktifan. Jika prasyarat telah terpenuhi (centang hijau), klik Ajukan Verval

  • PTK Berhasil Diaktifkan untuk periode berjalan & Ajuan Keaktifan PTK Madrasah/Sekolah Anda telah berhasil disimpan. Silakan menekan tombol “Cetak” untuk mencetak tanda bukti pengajuan VerVal Madrasah/Sekolah Anda.
  • Berikut contoh lembar formulir Surat Ajuan Keaktifan PTK Kolektif (S25a). 


  • Serahkan lembar S25a tersebut ke Kemenag/Dinas setempat untuk disetujui ajuan Anda. (Pastikan tiap lembar tersebut telah dibubuhi tanda tangan kepala madrasah/sekolah dan distempel).
  • Jika ajuan verval keaktifan Anda telah disetujui kemenag/dinas, silakan Cetak kartu digital Anda. Pilih menu Keaktifan Diri pada login PTK Anda dan klik Cetak Kartu.

  • Selamat, Ajuan Keaktifan Kolektif Madrasah/Sekolah Anda telah disetujui dan aktif pada semester berjalan. 


Juknis Penulisan dan Pengisian blanko Ijazah MI, MTs dan MA 2016

Ijazah dan Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN) merupakan salah satu dokumen negara yang diperoleh peserta didik setelah menyelesaikan satuan pendidikan tertentu. Karenaitu, kebenaran data dan informasi yang tercantum di dalamnya mutlak diperlukan.


Ijazah untuk peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) diberikan kepadamereka yang telah mengikuti Ujian Madrasah dan dinyatakan lulus darisatuan pendidikan. Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), Ijazah diberikan kepeda peserta didik yang telahmengikuti Ujian Nasional dan dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.

SHUAMBN diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti Ujian AkhirMadrasah Berstandar Nasional (UAMBN) mata pelajaran PendidikanAgama Islam dan Bahasa Arab untuk tingkat MTs danMA.

Berdasarkan hal-hal tersebut, perlu adanya Petunjuk Teknis Penulisan dan Pengisian blanko Ijazah dan SHUAMBN sebagai acuan dan petunjuk dalam pengelolaannya di madrasah.

Ijazah dan Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN) merupakan salah satu dokumen negara yang diperoleh peserta didik setelah menyelesaikan satuan pendidikan tertentu.  Oleh karena pentingnya dokumen ini, kebenaran data dan informasi yang tercantum di dalamnya mutlak diperlukan.

Ijazah dan Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (SHUAMBN) merupakan salah satu dokumen negara yang diperoleh peserta didik setelah menyelesaikan satuan pendidikan tertentu. Oleh karena pentingnya dokumen ini, kebenaran data dan informasi yang tercantum di dalamnya mutlak diperlukan.

Berdasarkan hal-hal tersebut, untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dalam penulisan dan pengisian blanko Ijazah danSHUAMBN, sehingga efektivitas dan efisiensi pengelolaan blanko dapat tercapai secara optimal, maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah telah mengeluarkan Petunjuk Teknis Penulisan dan Pengisian blanko Ijazah dan SHUAMBN sebagai acuan dan petunjuk dalam pengelolaannya di madrasah.

Adapun Petunjuk Umum Penulisan dan Pengisian blanko Ijazah dan SHUAMBN diantaranya adalah :

  • Ijazah untuk MI, MTs, dan MA hanya diterbitkan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi.
  • Ijazah dan hasil ujian/daftar nilai ujian dicetak bolak-balik, Ijazah di halaman depan dan hasil ujian/daftar nilai ujian di halaman belakang.
  • Ijazah MI, MTs, dan MA, diisi oleh kepala madrasah.
  • Ijazah ditulis tangan dengan tulisan huruf KAPITAL yang baik, benar, jelas, rapi, mudah dibaca, dan bersih dengan menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus.
  • Jika terjadi kesalahan dalam penulisan dan pengisian Ijazah tidak boleh dicoret, ditimpa, atau ditipe-ex dan harus diganti dengan blanko yang baru.
  • Ijazah yang salah dalam penulisan dan pengisian sebelum dimusnahkan disilang dengan tinta warna hitam pada kedua sudut yang berlawanan pada halaman depan dan belakang, sebagai pernyataan blanko tersebut tidak sah digunakan. Selanjutnya blanko Ijazah diserahkan ke Kanwil Kemenag Provinsi kemudian dimusnahkan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah/Pendis dengan berita acara pemusnahan blanko Ijazah yang disaksikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.
  • Berita acara pemusnahan blanko Ijazah yang salah dalam penulisan dan pengisian tersebut ditandatangani oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah/Pendis dan diketahui oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, selanjutnya dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam c.q. Direktorat Pendidikan Madrasah.
  • Jika terdapat sisa blanko Ijazah MI, MTs, dan MA, Kepala Madrasah harus mengembalikan sisa blanko Ijazah tersebut ke Kanwil Kemenag Provinsi melalui Kemenag Kabupaten/Kota dengan disertai berita acara yang ditandatangani oleh Kepala Madrasah disaksikan Kemenag Kabupaten/Kota.
  • Sisa blanko Ijazah yang terdapat di Kanwil Kemenag Provinsi dimusnahkan paling lambat 31 Desember 2016 oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah/Pendis dengan berita acara pemusnahan blanko Ijazah yang disaksikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.
  • Berita acara pemusnahan sisa blanko Ijazah tersebut ditandatangani oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah/Pendis dan diketahui oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, selanjutnya dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam c.q. Direktorat Pendidikan Madrasah.
  • Jika terjadi kekurangan blanko Ijazah, Kanwil Kemenag Provinsi segera mengajukan surat permohonan penambahan blanko Ijazah ke Direktorat Pendidikan Madrasah, selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 2016
  • Jika terjadi kesalahan dalam penulisan dan pengisian blanko Ijazah, sedangkan blanko Ijazah cadangan tidak tersedia dan sudah melampaui batas waktu yang sudah ditentukan pada poin 11, maka digantikan dengan Surat Keterangan Pengganti Ijazah yang berpenghargaan sama dengan Ijazah.


Petunjuk Teknis selengkapnya bisa Anda download disini

Standar Implementasi Kurikulum Madrasah di Simpatika V 1.0



Info File
  • Nama File : STANDAR KURIKULUM MADRASAH SIMPATIKA 2016 versi 1.0
  • Format : pdf
  • Ukuran File : 873KB
  • Download : Klik disini
  • Keterangan : STANDAR KURIKULUM MADRASAH SIMPATIKA 2016 versi 1.0 di rilisi oleh Simpatika pada tanggal 8 Maret 2016. yang berkaitan dengan pengaturan standar kurikulum. Standar ini sesuai dengan KMA no. 207 Th. 2014 bahwa Pelaksanaan Kurikulum Madrasah pada jenjang MI, MTs dan MA mulai periode semester 2 (dua) Tahun Pelajaran 2014/2015 secara umum menggunakan standar KTSP untuk Mapel Umum. Adapun untuk Mapel Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab tetap menggunakan standar K13 sesuai dengan KMA 165 Th. 2014

Struktur Kurikulum untuk Jadwal Mingguan SIMPATIKA jenjang MI, MTs dan MA

Simpatika merilis STANDAR IMPLEMENTASI KURIKULUM MADRASAH DI SIMPATIKA Versi 1.0. Wah apaan lagi nih? Ini adalah panduan atau tata cara untuk menentukan jadwal mingguan pada simpatika supaya operator tidak dipusingkan lagi dengan jadwal mana yang harus di input pada simpatika.

Jujur saja saya sendiri sempat gundah dan gelisah dengan jadwal disimpatika, karena bulan Februari saja baru membuat jadwal versi kurtilas yang diminta oleh pengawas dan mapenda, tapi waktu di input di simpatika tidak linear, karena fitur pada simpatika hanya mendukung untuk kurikulum KTSP.

Nah dengan adanya Rilis baru dari simpatika ini minimal bisa sedikit meredakan beban operator karena adanya pegangan, sehingga jadwal yang operator buat, bisa dipertanggung jawabkan karena adanya dasar pegangan dari simpatika ini.

A. Alokasi untuk MI


*) Muatan Lokal terhitung sebagai Mata Pelajaran
**) Pengembangan Diri tidak terhitung sebagai Mata Pelajaran.

Keterangan:
1. Berdasarkan struktur KTSP KMA 207 untuk tingkat 1, 2 dan 3 seluruh Mapel Umum dapat diampu berbasis basis standar Mapel atau Tematik kecuali Mapel Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab hanya menggunakan basis Mapel. Adapun untuk tingkat 4.5, dan 6 seluruhnya berbasis Mapel tidak berlaku basis Tematik.

2. Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam mulai diajarkan pada tingkat 3 sejumlah 2 JTM sesuai dengan standar K13 di KMA no. 165 Th. 2014.

3. Pengembangan Diri tidak diperhitungkan sebagai Mata Pelajaran. Sehingga Total Jam Tatap Muka (JTM) per minggu dalam satu kelas/rombel diperhitungkan dengan penyesuaian, sbb:
  • Tingkat 1 = 30 JTM
  • Tingkat 2 = 30 JTM
  • Tingkat 3 = 32 JTM
  • Tingkat 4 = 39 JTM
  • Tingkat 5 = 39 JTM
  • Tingkat 6 = 39 JTM
4. Sistem akan mendeteksi batasan maksimal JTM per Mapel pada saat proses isian Jadwal Kelas berlangsung dan mendeteksi ulang batasan maksimal JTM per Minggu dalam satu kelas/rombel saat proses cetak S25a.


B. Alokasi Untuk MTs



*) Muatan Lokal terhitung sebagai Mata Pelajaran
**) Pengembangan Diri tidak terhitung sebagai Mata Pelajaran.

Keterangan:
1. Berdasarkan struktur KTSP KMA 207 untuk tingkat 7, 8, dan 9 seluruhnya berbasis Mapel (tidak berlaku basis Tematik).

2. Khusus Bahasa Arab dihitung 3 JTM disemua tingkat sesuai dengan standar K13 basis KMA 165 Th. 2014 untuk jenjang MTs.

3. Pengembangan Diri tidak diperhitungkan sebagai Mata Pelajaran. Sehingga Total Jam Tatap Muka basis Mata Pelajaran per minggu dalam satu rombel diperhitungkan dengan penyesuaian, sbb:
  • Tingkat 7 = 41 JTM
  • Tingkat 8 = 41 JTM
  • Tingkat 9 = 41 JTM
4. Sistem akan mendeteksi batasan maksimal JTM per Mapel pada saat proses isian Jadwal Kelas berlangsung dan mendeteksi ulang batasan maksimal JTM per Minggu dalam satu kelas/rombel saat proses cetak S25a.

C. Alokasi Untuk MA 



*) Muatan Lokal terhitung sebagai Mata Pelajaran
**) Pengembangan Diri tidak terhitung sebagai Mata Pelajaran.

Keterangan:
1. Berdasarkan struktur KTSP KMA 207 untuk Program IPA tingkat 11 dan 12 seluruhnya berbasis Mapel (tidak berlaku basis Tematik).

2. Khusus Mapel Akidah Akhlak ditambahkan 2 JTM pada tingkat 12 dan Mapel Sejarah Kebudayaan Islam ditambahkan 2 JTM pada tingkat tingkat 11 sesuai dengan standar K13 basis KMA 165 Th. 2014 untuk jenjang MA peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

3. Pengembangan Diri tidak diperhitungkan sebagai Mata Pelajaran. Sehingga Total Jam Tatap Muka basis Mata Pelajaran per minggu dalam satu rombel diperhitungkan dengan penyesuaian, sbb:
  • Tingkat 11 Program IPA Semester 1 dan 2 = 47 JTM
  • Tingkat 12 Program IPA Semester 1 dan 2 = 47 JTM

4. Sistem akan mendeteksi batasan maksimal JTM per Mapel pada saat proses
isian Jadwal Kelas berlangsung dan mendeteksi ulang batasan maksimal JTM
per Minggu dalam satu kelas/rombel saat proses cetak S25a.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download disini

Ajuan SKMT & SKBK Tidak Linear ? Mengapa !

Saat melakukan Cetak SKMT dan Ajuan SKBK kenapa pada status linearitas muncul tidak linear? Apa penyebab ketidak-linear-an itu? dan Apa yang harus dilakukan agar status linearitas menjadi linear?

Padahal jika dianggap SKMT dan SKBK tidak linear, Tunjangan Profesi Guru terancam tidak bisa dicairkan.

Linearitas terkait dengan Penghitungan Beban Kerja Guru RA/Madrasah. Kementerian Agama melalui Dirjen Pendidikan Islam telah mengeluarkan aturan tentang ini berupa Keputusan Dirjen Pendis Nomor DJ.I/DT.I.I/166/2012 tentang Pedoman Teknis Penghitungan Beban Kerja Guru Raudlatul Athfal/Madrasah.

Untuk mempelajari hal ini lebih lanjut silakan baca Keputusan Dirjen Pendis Nomor DJ.I/DT.I.I/166/2012.

Untuk mengakomodir Penghitungan Beban Kerja Guru RA/Madrasah, Layanan Simpatika menyediakan fitur Cetak SKMT dan Ajuan SKBK atau S29. Fitur ini baru bisa dikerjakan setelah Ajuan Keaktifan Kolektif Kepala Madrasah (S25a) disetujui oleh Admin Simpatika di tingkat Kabupaten/Kota dengan diterbitkannya S25b.

Kenapa Ajuan SKMT & SKBK Tidak Linear?

Saat beberapa PTK mencoba fitur S29 (SKBK & SKMT) di layanan Simpatika, banyak yang mengalami munculnya status tidak linear.

Inilah yang kemudian menyebabkan operator madrasah, Kepala Madrasah, hingga pendidik menjadi ketar-ketir. Karena linearitas terkait erat dengan kelayakan sebagai penerima tunjangan.

Dari pengamatan penulis, linearitas tersebut dipengaruhi oleh tiga hal hal yaitu kesesuaian Mata Pelajaran yang diajarkan dengan Mata Pelajaran yang tertera di NRG, Status Verval NRG,  dan Nama Mata Pelajaran yang diisikan dalam Jadwal Mengajar Mingguan.

Untuk memperbaikinya, batalkan dulu Ajuan SKMT dan SKBK. Prosedur dan tata caranya lihat di artikel berikut:

1. Nama Mata Pelajaran Tidak Sesuai Kurikulum Nasional

Perhatikan gambar berikut ini.


Sama-sama Bahasa Inggris tetapi pada mapel yang berkotak merah Kurikulum Nasional bertanda strip (-), sedangkan yang lainnya pada Kurikulum Nasional bertuliskan sesuai nama mapel. Meskipun nama pelajaran sama dan identik, hal ini oleh sistem dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kurikulum.

Solusi :
  • Cek mata pelajaran yang tertulis di menu Sekolah >> Kurikulum >> Daftar Mata Pelajaran
  • Hapus mata pelajaran yang pada "kurikulum nasional" berisi tanda strip dengan cara klik tanda segitiga di ujung kanan lalu pilih Hapus Pelajaran.
  • Cek kembali isian Jadwal Kelas Mingguan. Ganti nama 'mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kurikulum nasional' dengan 'mata pelajaran yang sesuai kurikulum'

2. Sesuaikan Mapel yang Diampu dengan Mapel NRG / Sertifikasi Guru

Sesuaikan mata pelajaran yang diajarkan (diampu) oleh guru telah sesuai dengan sertifikat pendidik dan mata pelajaran dalam NRG guru yang bersangkutan.

Jika seorang guru memiliki sertifikat pendidik sebagai guru Bahasa Indonesia, silahkan beri mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Jadwal Kelas Mingguan. Guru dengan sertifikat pendidik Pendidikan Agama Islam mengajar mata pelajaran Al Quran Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, atau Sejarah Kebudayaan Islam.
Pahami peraturan-peraturan terkait dengan kesesuaian mata pelajaran dengan Sertifikat Pendidik. Salah satunya adalah KMA Nomor 103 Tahun 2015.

Bagaimana bagi pendidik yang belum bersertifikat pendidik?
Ya, terima saja dengan lapang dada status 'tidak linear' yang diberikan.

3. Status Verval NRG

Status linear atau tidak linear juga terkait dengan status Verval NRG yang telah dilakukan.

Pendidik yang telah melakukan verval NRG dan pengajuannya disetujui dengan ditandai munculnya NRG di dasbor PTK yang bisa linear. Sebaliknya, jika ajuan Verval NRG yang dilakukan masih dalam proses maka tidak akan linear.


Pun bagi pendidik yang belum memiliki NRG, meskipun telah memiliki sertifikat pendidik dan mengampu mata pelajaran sesuai dengan sertifikat pendidik yang dipunyainya tetap tidak bisa linear dalam ajuan SKBK dan SKMT.

Berarti harus memenuhi ketiga syarat di atas?

Benar. Agar SKMT dan SKBK yang diajukan linear harus memenuhi ketiga syarat tersebut, yaitu:
  • Nama mapel dalam Jadwal Kelas Mingguan telah sesuai dengan kurikulum nasional.
  • Mapel yang diampu telah sesuai dengan sertifikat pendidik dan mapel dalam NRG.
  • Status Verval NRG telah disetujui.
Jika belum dan ingin memperbarui, silakan ikuti prosedur dan cara membatalkan SKMT dan SKBK.
Guru yang belum bersertifikat pendidik, belum memiliki NRG, atau status verval NRG-nya masing dalam proses berarti akan tidak linear, dong?
Iya!

Kerena guru yang belum bersertifikat pendidik tentunya tidak layak mendapatkan TPG. Guru bersertifikat pendidik tetapi mengampu mata pelajaran yang tidak sesuai dengan sertifikat pendidiknya pun tidak layak mendapatkan TPG, meskipun ketidaksesuaian mata pelajaran tersebut dikarenakan kesalahan dalam memilih nama mata pelajaran (baca : poin 1 di atas).

Kejam, ya?

Untuk guru yang belum bersertifikat pendidik atau sudah tetapi mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan sertifikatnya memang 'tiada maaf bagimu'.

Namun kita berharap dan berdoa saja semoga aja kebijakan khusus, terutama bagi rekan-rekan guru yang tengah menjalani proses Verval NRG agar status linearitas dalam SKMT dan SKBK tetap dianggap linear. Yang namanya berharap dan berdoa kan boleh-boleh saja.

Input Tugas Tambahan pada Simpatika oleh admin Sekolah

Sesuai peraturan pada KMA nomor 103 Tahun 2015, maka PTK yang memilik tugas tambahan maka akan memperoleh penambahan jumlah jam mengajarnya. Untuk itu, silakan lakukan prosedur Alih Tugas Tambahan agar PTK yang memiliki Tugas Tambahan dapat tercatat JJMnya pada sistem SIMPATIKA KEMENAG. Berikut panduan Alih Tugas Tambahan yang dilakukan oleh Admin/Operator Sekolah :

1. Login sebagai operator sekolah pada http://simpatika.kemenag.go.id/


2. Pada dasbor layanan akun, pilih layanan SIMPATIKA SEKOLAH. 


3. Selanjutnya pada dasbor operator pilih menu Pendidik & Tenaga Kependidikan >> Direktori PTK >> Tugas Tambahan >> Daftar Pejabat Sekolah



4. Selanjuntya, pada halaman Daftar Tugas Tambahan, klik tombol [+] seperti pada gambar dibawah ini.


5. Pada daftar PTK yang muncul, pilih PTK yang akan diset tugas tambahannya.


6. Silakan isi data dan jabatan tugas tambahan PTK tersebut sesuai dengan SK Pengangkatannya, jika telah sesuai klik Simpan.


7. Aplikasi berhasil menyimpan data Pengajuan Tugas Tambahan PTK. Terkait kebutuhan arsip, Anda dapat melakukan Cetak Surat Tanda Bukti Pengajuan Tugas Tambahan dengan klik tombol Cetak.  Selanjutnya Anda wajib menyerahkan surat tersebut ke Kantor Kemenag setempat untuk diajukan Persetujuan Alih Tugas Tambahan oleh Admin/Operator Mapenda Kota/Kabupaten.

Catatan : 
  1. Ulangi langkah diatas untuk menset tugas tambahan guru lainnya.
  2. Sesuai KMA no 103 Tahun 2015, jika rombel <9 hanya bisa mengangkat maksimal 3 wakil kepala sekolah, dan >= 9 rombel bisa mengangkat maksimal 4 wakil kepala sekolah.
  3. Sesuai KMA no 103 Tahun 2015 kepala perpustakaan hanya bisa diangkat 1 orang.
  4. Untuk Guru Piket, Ko-Kurikuler, Ekstra Kurikuler, penambahan jam tambahan melalui prosedur edit ekuivalensi, klik disini untuk melihat panduannya.
  5. Untuk perhitungan jam tambahan sebagai wali kelas, melalui prosedur set wali kelas, klik disini untuk melihat panduannya.